Catatan yang tercecer dari perjalanan umroh menuju tanah haramtrims ya Allah telah menyatukan hamba dengan Ayah & Bunda dalam perjalanan menuju rumahMU, Baitullah di tanah haram yang kami rindukan, berziarah ke haramain, Makkah dan Madinah, berdoa di Raudhah diantara taman2 surga-MU. Juga bershalawat kepada Rasulullah SAW di makam manusia pilihan, junjungan yang kami rindukan.
Tak terasa kebersamaan itu harus berakhir, 16 Juni 2009, jam 15.00 kulepas ayah & bunda tercinta menuju kampung halaman tercinta, Puruk Cahu nun jauh dipedalaman Kalimantan, dijantung paru-paru dunia dalam lintasan khatulistiwa. Mohon ampun & maaf ananda jika ada terselip khilaf & kealfaan dalam bakti ananda, semoga selamat dalam perjalanan yg sangat berat bagi seorang lelaki 74 tahun yang sangat kuhormati, begitu pula bagi ibunda yg berusia 54 tahun. Kami lalui 9 jam penerbangan Jakarta-Jeddah yang tak terasa walaupun diketinggian 36.000 kaki atau 11.000 km diatas permukaan laut.. tetapi tidak untuk perjalanan darat 15 jam ke pedalaman Kalimantan itu..!!! kuingat pesan Dr Syafii Antonio: ibadah haji dan umroh adalah upaya to refresh our commitment of Islam.

Iklan

republika.co.id
“Aku tahu betapa menakjubkan Islam dan betapa ia telah memengaruhi kehidupan dan mencerahkan diriku.” (Yusuf Islam)

Yusuf Islam (Cat Stevens) adalah mantan superstar rock dunia yang mengundurkan diri dari dunia musik untuk mempelajari Islam, dan kini aktif berdakwah melalui kegiatan pendidikan dan soisal.
Yusuf Islam terlahir dengan nama Stephen Demetre Georgiou, 21 Juli 1948, di London sebagai non Muslim (Nasrani).
“Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terkenal dengan peradabannya, negara Inggris. Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang harus kuketahui tentang Allah, al-Masih `Alaihis-salaam dan taqdir, yang baik maupun yang buruk,” paparnya.
selanjutnya di http://www.republika.co.id/berita/48390/Yusuf_Islam_Menemukan_Islam_Setelah_Pencarian_Panjang