Dibuang sayang


Take off dari Bandara Selaparang Mataram jam 06.05 Wita, pilot mengarahkan moncong pesawat ke barat Nusantara, ke Jakarta tepatnya.  Penerbangan yg menyenangkan dan pemandangan alam yg terbentang terlalu menakjubkan untuk diabaikan, selama perjalanan gugus pegunungan yg saling berlipat, deretan gunung batu cadas gersang diselingi lipatan lembah curam seolah hamparan jeroan sapi raksasa yg terbentang, aku tak tau entah rahasia apa yg ada dibalik lembah curam itu… subhannallah, tak henti aku memujiMU saat di timur matahari yg menyinari bagai lukisan garis hitam putih menghijau seolah guratan alam terbentang yang nampak tegas. Merasa kecil diriku saat tepat berada diatas kepundan puncak gunung berapi Rinjani, 3.726 dpl dan Gunung Tambora 2.852 dpl, sekilas tdk aktif.  Namun tegar dan gagah dalam kekuasaanNYA seakan moncong coklat hitam itu akan menyentuh lambung pesawat. Dikejauhan tampak selat lombok dan jazirah nusa tenggara nan indah. Sedetik kemudian terlihat Pulau Bali dikejauhan membentang, lautan dalam yg tak lain adalah selat lombok dan deretan pulau kecil, saat yang sama deretan awan cumulus yg sporadis menguak keindahan bentang alam pulau dewata, disapa puncak gunung seolah menara alam yg memandu para pengembara agar tak tersesat celaka.

(lebih…)

Iklan

Taman Sulthanah Ratu Safiatuddin Banda Aceh malam itu bertabur budaya Melayu, 13 Negara Melayu Serumpun berbaur rindu, ada apa gerangan? Ternyata Pekan Peradaban Budaya Melayu (PPMR) dibuka resmi diawali pukulan merdu bertalu Rapai Pase Aceh Utara oleh Menkokesra Aburizal Bakrie, seirama gendang melayu susul menyusul. Keramaian yang sejenak melupakan masyarakat Aceh bahwa sebelum MoU Damai Helsinki 3 tahun lalu Negeri Melayu ini dibalut konflik yang mencekam.

Pekan Melayu yang digelar tgl 20-25 Agustus 2008 ini memang dihadiri utusan dari 13 Negara Melayu Serumpun dan 20 propinsi di Indonesia. Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) tersaji apik melalui seminar Internasional DMDI, Pagelaran seni budaya melayu: lagu melayu, tari seman, tari japin, pameran foto, pameran potensi melayu. Syair puisi WS Rendra: Demi Orang Rangkasbitung seolah menghadirkan sosok Multatuli yang terkenal itu, tak kalah Penyair Aceh Fikar yang bergelora dan menghendak: Damai dengan Bismillah. Membahana lagi ”Takkan Melayu hilang di bumi”, begitu Hikayat Hang Tuah karya penyair Melayu Sumatera Pangeran Amir Hamzah. ’tak lapuk dek hujan ’tak lekang dek panas.

(lebih…)

Hari itu 17 Juni 2008, waktu menunjukkan jam 10.45 WIB, dengan semangat 45 saya berangkat dari mess Rawamangun ke bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Niat untuk ke PRJ harus saya urungkan dengan alasan khawatir ketinggalan pesawat lion air JT236 tujuan Banjarmasin. Kulihat tiket itu berulang-ulang, boarding jam 15.30 semakin khawatir lah saya mengingat perjalanan di Jakarta susah diprediksi, ancaman kemacetan terus menghantui karena bisa datang tiba-tiba seperti air bah kiriman dari puncak Bogor.

(lebih…)

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi pemanasan bumi (global warming)..? itu pertanyaan sederhana tapi terlalu mengawang. Tapi sesungguhnya semua manusia harus bertanggung jawab terhadap keberlangsungan alam agar lestari (sustainable resourses).   Kalau Pemprop DKI Jakarta mengeluarkan PERDA yang mengurangi pencemaran/polusi dengan Larangan Merokok di tempat umum rasanya syah saja. Saya sering kasihan dengan “ahli hisap” atau “ahli falak” ini ketika di Jakarta.  Merasa dipojokkan, dipinggirkan karena kalau ingin merokok harus ditempat khusus dipojok-pojok ruang tunggu atau dipinggir koridor bandara. 

(lebih…)

Uji adrenalin saat Outbond Training di Cipayung – kawasan puncak Bogor

Kalau ikut pelatihan, training, penataran atau apalah namanya tentu anda pasti sudah sering. Tapi pernah kah mencoba keluar dari status quo yang namanya pelatihan harus di dalam ruangan. Bergembira di alam bebas, puaskan berteriak, dan lantangkan ekspesimu. Bergoyang di jembatan inul dengan seutas tali yang anggap saja bagai melintas jembatan sirothol mustaqim setipis rambut dibelah tujuh, he..he.. tentu lebih menantang. Atau meluncur dari ketinggian 20 meter dengan tingkat pengamanan standar dan bergelantungan di seutas tali slank tentu akan memacu adrenalin anda. Tidak semuanya berani mencoba flying fox ini. (lebih…)