Banjar kita


Menyusuri Sungai Barito, jejak anak sungai manawing 30 menit dari Puruk Cahu mencari puing-puing Kraton Terakhir Kesultanan Banjar, Desa Baras Kuning yang hampir 1000 km dari pusat kerajaan Banjar di Banjarmasin. Pertahanan terakhir Pangeran Antasari dalam kecamuk Perang Banjar masih menyisakan semangat perjuangan yang pantang menyerah, haram manyarah waja sampai kaputing. Tetapi yang masih dapat ditemukan hanya Makam Sultan M Said dan ”Ratu Zaleha”, pengawal Datu Abdullah dan beberapa pengikutnya saja. Lokasi ini dapat dijangkau melalui jalan sungai ke Muara Unto selama 30 menit terus pake klotok cis menyusuri hulu sungai manawing selama 30 menit. Atau bisa lebih singkat melalui jalan darat 30 mnt. (lebih…)

Iklan

Dari ketinggian 1000 m sebelum landing di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang terlihat genangan air danau dan tanah putih yg menganak sungai. Dibeberapa bagian tersebar acak berdesakan dengan hutan menghijau, itulah sisa-sisa aktivitas pertambangan timah di pulau Bangka. Saat menyusuri kota Pangkal Pinang betapa terkejutnya saat melintas di ruas jalan bertuliskan Jl KH Abdurrahman Siddiq, pikiranku langsung teringat dengan nama besar itu, beliau yang bergelar Guru Sapat, Mufti Kerajaan Inderagiri Riau, Keturunan ke 3 Syeikh Muhammad Arsyad albanjari (lihat tulisan jejak Banjar di Tembilahan). Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad ‘Afif bin Mahmud bin Jamaluddin Al-Banzari yang lahir di Kampung Dalam Pagar, Martapura Kalimantan Selatan, 1857 M/1284 H. Wafat di Sapat, Tembilahan Riau, Tahun 1939 M/1366 H. (lebih…)

terapung 1 FESTIVAL Budaya Pasar Terapung di Kampung Banjar. Festival yang dijadikan salah satu event nasional ini rencananya dilaksanakan Sabtu hingga Senin (18-20 Juli) di Sungai Martapura, Jalan Jenderal Sudirman. FPT digelar dalam rangkaian Tahun Kunjungan Wisata Kalsel Visit South Kalimantan 2009 dan Visit Indonesia Years 2009. Agenda gelaran budaya seperti madihin, festival kuliner, tarian, kuntau, dan festival sinoman hadrah, karnaval perkawinan bausung, bakarasminan seperti balogo, bagasing, badaku dll. (lebih…)

Kampung banjar di Gorontalo hanyalah sebuah jalan sepanjang 300m yang terletak di Kampung Bugis, dulunya bernama Jalan Banjar, tetapi sekarang sudah berganti nama menjadi Jalan Farid Liputo kecamatan Kota Timur. Kurang jelas mengapa berganti nama tetapi menurut tommy sopir bentor yang saya tumpangi, sebagian penduduk jalan banjar direlokasi karena posisinya yang tepat disisi Sungai Bone sehingga menjadi langganan banjir tahunan. Menurut H Arbi komunitas Banjar disini sudah membaur dengan masyarakat, mereka kawin mawin dengan etnis setempat dan mayoritas bekerja sebagai pedagang di pasar tua dan tukang lemari atau pembuat meubel yang piawai (bubuhan palampitan Amuntai, kira-kira.. hee).
(lebih…)

Informasi sejarah urang Banjar di Sulawesi Selatan kurang banyak tergali, ulun kesulitan mencari narasumber yang faham betul dengan sejarah migrasi urang banjar ke Sulsel. Kota yang dihuni oleh penduduk asli suku Bugis, Makassar, Mandar ini secara emosional sangat dekat dengan Kal Sel, karena hubungan Bugis-Banjar sudah terjalin ratusan tahun yang lalu, bahkan di sepanjang pesisir Kalimantan dihuni oleh suku Bugis, khususnya di 2 Kabupaten yaitu Kotabaru dan Tanah Bumbu.dscn3344dscn3355

(lebih…)

Saat menginjakkan kaki di Bandara Selaparang Mataram Nusa Tenggara Barat pekan lalu. Ulun membayangkan bisa menemukan serpihan jejak urang Banjar di Bumi GORA-Gogo Rancah yang dikenal religius dengan komunitas Suku Sasak sebagai suku terbesar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Provinsi penghasil mutiara: Nusa Tenggara Barat. (lebih…)

Urang Banjar di Tembilahan, Bumi Sri Gemilang

Konon sudah lebih dari 5 generasi urang banjar yang madam, migrasi, ’terdampar’ di Tembilahan. Sebenarnya bukan hanya di Tembilahan sebaran warga banjar di nusantara. Paling tidak di Sumatera ada di Tembilahan (Kab. Indragiri Hilir), Kuala Tungkal (Kab. Tanjung Jabung – Jambi), juga di Kab. Deli Serdang – Kab. Serdang Bedagai – Kab. Langkat di Sumut., bahkan di Singapura dan Malaysia (khususnya Batu Pahat). Inilah jejak urang Banjar di Tanah Melayu.

Pada tulisan yang lain ulun ceritakan jua bubuhan kampung Banjar di Manado, Makassar, Mataram, Pontianak, Bukittinggi dan Singapura.

(lebih…)

Laman Berikutnya »