Catatan yang tercecer dari perjalanan umroh menuju tanah haramtrims ya Allah telah menyatukan hamba dengan Ayah & Bunda dalam perjalanan menuju rumahMU, Baitullah di tanah haram yang kami rindukan, berziarah ke haramain, Makkah dan Madinah, berdoa di Raudhah diantara taman2 surga-MU. Juga bershalawat kepada Rasulullah SAW di makam manusia pilihan, junjungan yang kami rindukan.
Tak terasa kebersamaan itu harus berakhir, 16 Juni 2009, jam 15.00 kulepas ayah & bunda tercinta menuju kampung halaman tercinta, Puruk Cahu nun jauh dipedalaman Kalimantan, dijantung paru-paru dunia dalam lintasan khatulistiwa. Mohon ampun & maaf ananda jika ada terselip khilaf & kealfaan dalam bakti ananda, semoga selamat dalam perjalanan yg sangat berat bagi seorang lelaki 74 tahun yang sangat kuhormati, begitu pula bagi ibunda yg berusia 54 tahun. Kami lalui 9 jam penerbangan Jakarta-Jeddah yang tak terasa walaupun diketinggian 36.000 kaki atau 11.000 km diatas permukaan laut.. tetapi tidak untuk perjalanan darat 15 jam ke pedalaman Kalimantan itu..!!! kuingat pesan Dr Syafii Antonio: ibadah haji dan umroh adalah upaya to refresh our commitment of Islam.