Desember 2009


Menyusuri Sungai Barito, jejak anak sungai manawing 30 menit dari Puruk Cahu mencari puing-puing Kraton Terakhir Kesultanan Banjar, Desa Baras Kuning yang hampir 1000 km dari pusat kerajaan Banjar di Banjarmasin. Pertahanan terakhir Pangeran Antasari dalam kecamuk Perang Banjar masih menyisakan semangat perjuangan yang pantang menyerah, haram manyarah waja sampai kaputing. Tetapi yang masih dapat ditemukan hanya Makam Sultan M Said dan ”Ratu Zaleha”, pengawal Datu Abdullah dan beberapa pengikutnya saja. Lokasi ini dapat dijangkau melalui jalan sungai ke Muara Unto selama 30 menit terus pake klotok cis menyusuri hulu sungai manawing selama 30 menit. Atau bisa lebih singkat melalui jalan darat 30 mnt. (lebih…)

Catatan yang tercecer dari perjalanan umroh menuju tanah haramtrims ya Allah telah menyatukan hamba dengan Ayah & Bunda dalam perjalanan menuju rumahMU, Baitullah di tanah haram yang kami rindukan, berziarah ke haramain, Makkah dan Madinah, berdoa di Raudhah diantara taman2 surga-MU. Juga bershalawat kepada Rasulullah SAW di makam manusia pilihan, junjungan yang kami rindukan.
Tak terasa kebersamaan itu harus berakhir, 16 Juni 2009, jam 15.00 kulepas ayah & bunda tercinta menuju kampung halaman tercinta, Puruk Cahu nun jauh dipedalaman Kalimantan, dijantung paru-paru dunia dalam lintasan khatulistiwa. Mohon ampun & maaf ananda jika ada terselip khilaf & kealfaan dalam bakti ananda, semoga selamat dalam perjalanan yg sangat berat bagi seorang lelaki 74 tahun yang sangat kuhormati, begitu pula bagi ibunda yg berusia 54 tahun. Kami lalui 9 jam penerbangan Jakarta-Jeddah yang tak terasa walaupun diketinggian 36.000 kaki atau 11.000 km diatas permukaan laut.. tetapi tidak untuk perjalanan darat 15 jam ke pedalaman Kalimantan itu..!!! kuingat pesan Dr Syafii Antonio: ibadah haji dan umroh adalah upaya to refresh our commitment of Islam.