Agustus 2009


IMG_7222IMG_7543IMG_7630Museum timah di Pulau Bangka ini dibuka sejak 1997 menempati bangunan bekas rumah karasidenan zaman belanda. Segala sejarah ekplorasi timah di pulau bangka dipamerkan, baik batuan timah dan mineral ikutan lainnya, alat tambang tradisional, mesin hitung jadul thn ?, bekas mangkuk keruk yg masih asli, foto jaman dulu, dan diorama kolong tambang rakyat maupun aktifitas kapal keruk timah di pesisir laut bangka. Juga monumen yg gagah berdiri di halaman yaitu lokomotif tua buatan England tahun 1908 untuk mengangkut pekerja dan hasil tambang timah. Tidak salah kepulauan Bangka Belitung disebut juga Pulau Timah karena tiap jengkal bumi Serumpun Sebalai ini mengandung timah putih terbaik di dunia. (lebih…)

Dari ketinggian 1000 m sebelum landing di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang terlihat genangan air danau dan tanah putih yg menganak sungai. Dibeberapa bagian tersebar acak berdesakan dengan hutan menghijau, itulah sisa-sisa aktivitas pertambangan timah di pulau Bangka. Saat menyusuri kota Pangkal Pinang betapa terkejutnya saat melintas di ruas jalan bertuliskan Jl KH Abdurrahman Siddiq, pikiranku langsung teringat dengan nama besar itu, beliau yang bergelar Guru Sapat, Mufti Kerajaan Inderagiri Riau, Keturunan ke 3 Syeikh Muhammad Arsyad albanjari (lihat tulisan jejak Banjar di Tembilahan). Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad ‘Afif bin Mahmud bin Jamaluddin Al-Banzari yang lahir di Kampung Dalam Pagar, Martapura Kalimantan Selatan, 1857 M/1284 H. Wafat di Sapat, Tembilahan Riau, Tahun 1939 M/1366 H. (lebih…)