Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin membuka WOC yang dihadiri ribuan peserta. Mereka terdiri atas para menteri; ahli perikanan, kelautan, dan lingkungan; LSM internasional; serta utusan PBB dari 80 negara lebih. WOC yang berlangsung sejak 11 Mei lalu dan memasuki puncaknya kemarin, mencetuskan Deklarasi Manado atau Manado Ocean Declaration (MOD) di Grand Kawanua CC. Forum WOC dilanjutkan dengan Pertemuan Puncak Kawasan Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Inisiative (CTI) Summit yang diikuti enam kepala negara, Jumat (15/5). Selain dari Indonesia, kepala negara peserta CTI adalah Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo; Presiden Timor Leste, Ramos Horta; PM Papua Nugini, Michael So mare; PM Kepulauan Solomon, David Sikua; dan PM Malaysia, Najib Razak. Dengan luas laut 72% permukaan bumi dan terumbu karang yang hanya 2% dari lautan di dunia, Segitiga Terumbu Karang memiliki 76 persen dari spesies karang yang sudah diketahui. Lebih dari 120 juta orang secara langsung menggantungkan hidupnya di situ . Namun, sumber daya yang berharga itu sekarang terancam perubahan iklim, pengambilan ikan berlebih, perikanan ilegal, pembangunan pesisir yang tidak berkelanjutan, dan pencemaran. Keenam negara setuju me ngembangkan rencana aksi. Dalam beberapa tahun ke depan, mereka akan bekerja sama melaksanakan strategi kawasan konservasi laut, pengelolaan kelautan yang berkelanjutan, perlindungan spe sies terancam, dan adaptasi perubahan iklim.

6 Negara yang meliputi 5,7 juta km2 sepakat melindungi sumberdaya laut. Laut bukan hanya menyerap CO2 tetapi juga memproduksi oksigen.  6 negara sepakat menggalang dana sebesar 13 juta US Dolar untuk penyelamatan terumbu karang, ditambah komitmen AS sebesar 40 juta dolar AS, dan Global Environment Fund sebesar 10 juta dolar. zam/ant