Informasi sejarah urang Banjar di Sulawesi Selatan kurang banyak tergali, ulun kesulitan mencari narasumber yang faham betul dengan sejarah migrasi urang banjar ke Sulsel. Kota yang dihuni oleh penduduk asli suku Bugis, Makassar, Mandar ini secara emosional sangat dekat dengan Kal Sel, karena hubungan Bugis-Banjar sudah terjalin ratusan tahun yang lalu, bahkan di sepanjang pesisir Kalimantan dihuni oleh suku Bugis, khususnya di 2 Kabupaten yaitu Kotabaru dan Tanah Bumbu.dscn3344dscn3355

Hubungan emosional tersebut juga ditandai dengan banyaknya warga Banjar atau Kalimantan yang terkonsentrasi di Jalan Kalimantan Kota Makassar. Secara pemerintahan sudah ditandatangani MoU kerjasama antar daerah antara Kalsel dan Sulsel yang sudah berjalan sejak 2006. Kerjasama Selatan-Selatan ini dalam semua bidang yang ditindaklanjuti dengan berdirinya Sekretariat Kerjasama di kedua Provinsi.
Pada saat silaturahim dengan K3 atau Kerukunan Keluarga Kalimantan medio Desember 2008 yang lalu di Makassar Ketua K3 H Muhammad Had yang asli urang Amuntai ini menyampaikan bahwa warga Kalimantan di Sulsel terdapat sekitar 4000 KK dan 80%-nya adalah warga Banjar. Mayoritas urang banjar di Makassar berprofesi sebagai pedagang dan penjahit. Silaturahim warga banua terjalin dengan pengajian rutin malam kamis. Saat ini sudah mulai banyak juga mahasiswa Kal sel yang studi di Universitas Hasanuddin Sulsel. Harapan sekaligus permintaan yang sampai sekarang belum terealisasi adalah Pengadaan Asrama Mahasiswa Kal sel dan penerbangan langsung Banjarmasin – Makassar, sedangkan jalur laut secara tradisional sudah ada beratus tahun lalu, namun dipertegas lagi dengan diresmikannya pelayaran rutin dari Batulicin-Barru Sulsel.