Ramadhan datang lagi.. Marhaban ya Ramadhan, ya syahrul syiam, ya syahrul mubarak, syahrul maghfirah.. dan 3 hari dalam genggaman bulan suci yang merindukan manusia beriman ini serasa kian cepat berlalu. Pelipatgandaan pahala yang Allah janjikan ternyata cukup dahsyat menyedot ummat manusia untuk kembali ke masjid dan musholla. Ah, paling itu hanya diawal ramadhan protes teman saya..!!! pasti nanti juga semakin lama masjid musholla itu shaf-nya mengalami kemajuan. Jilbab itu pun akan dilepas, protesnya kepada para artis, hee.. astaghfirullah. Kalau diawal ramadhan masjid musholla serasa kekecilan karena membludaknya jamaah, tunggu saja nanti pasti jamaah tarawih kita akan semakin sedikit. Tapi kawan jangan suudzon/buruk sangka begitulah?

Mulai dari diri sendiri, mulai sekarang juga ayo kita bertekad untuk melaksanakan amaliyah ramadhan, puasa, sholat tarawih, tadarrus alqur’an, bersedekah, ta’jil/membukakan orang yang berpuasa, berinfaq, berzakat, peduli sesama, peduli tetangga juga, dan sekian banyak amal ibadah yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah dan kemanusiaan.

Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah bersabda : Setiap amal manusia terdapat pahala yang terbatas kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku (Allah) yang membalasnya, dan puasa adalah perisai. Dan pada hari puasa janganlah kalian mengatakan atau melakukan perbuatan keji dan janganlah membuat gaduh, jika salah seorang kalian mencelanya atau membunuhnya maka hendaklah mengatakan : Sesungguhnya aku sedang berpuasa , demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangannya benar-benar bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari bau kasturi, bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang ia gembira dengan keduanya : jika berbuka ia gembira, dan jika bertemu Allah dengan puasanya ia gembira. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Ingatlah pidato dan khutbah Rasulullah menjelang datangnya ramadhan, Dari Salman Al Farisi berkata : Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam berkhutbah dihadapan kami pada akhir bulan Sya’ban, ”Wahai segenap manusia, telah terbentang dihadapan kalian bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu malam. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai faridhoh (kewajiban), dan qiyam di waktu malam harinya sebagai tathowwu’an (sunah). Barang siapa melakukan ibadah yang difardhukan didalamnya maka pekerjaan itu setara dengan sesorang yang melakukan 70 faridhoh. Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan persamaan (tiada kesenjangan), bulan yang dimana Allah akan melapangkan Rizki setiap hamba-Nya. Barang siapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka akan diampuni dosanya. Dan dibebaskan dari belenggu neraka serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tampa mengurangi pahala orang yang berpuasa.”

Lalu seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah tidaklah setiap kami memiliki makanan untuk dihidangkan kepada orang-orang yang berpuasa?”

Maka Rasulullah menjawab, “Allah akan memberikan ganjaran pahala tersebut kepada orang memberikan korma untuk iftor orang-orang yang berpuasa atau segelas air atau segelas susu”.

Beliau melanjutkan khutbahnya , “Ramadhan merupakan bulan yang diawalnya merupakan rahmah, ditengahnya merupakan ampunan dan diakhirnya merupakan pembebesan dari neraka. Oleh karena itu perbanyaklah dibulan ini dengan empat perkara (amal) : dua perkara merupakan pengantar kepada keridhoan Allah dan dua perkara merupakan perkara yang kalian tidak boleh merasa puas terhadapnya. Dua perkara yang pertama yang mengantarkan kepada keridhoan Allah adalah Syahadah tiada tuhan selain Allah dan memohon ampunan dari-Nya. Sedangkan dua perkara lainnya adalah mintalah kepada Allah surga dan perlindungan terhadap neraka” (HR Khuzaimah).