Krisis BBM dinegeri yang kaya minyak nampaknya menjadi ironi yang menyakitkan bagi rakyat Indonesia. Perjalanan panjang saya dari kaki pegunungan Muller di perbatasan Kalteng sampai ke pesisir dataran rendah Banjarmasin nampaknya menjadi gambaran krisis BBM tersebut. Bayangkan antrian panjang mobil dan kenderaan masyarakat seakan tak putus-putusnya. Sudah antri berjam-jam di SPBU tapi belum tentu pas giliran anda bensin itu masih tersisa, walau hanya 1 liter. Bahkan berpuluh-puluh SPBU yang saya lewati hanya ada 2 SPBU yang antrian panjang dan SPBUnya sedang buka, selebihnya adalah antrian panjang tetapi pagar SPBUnya masih terkunci rapat…! bahkan beberapa mobil yang diparkir didepan SPBU itu menunjukkan ciri-ciri bahwa dia parkir disitu bukan hanya sehari atau dua hari, tetapi sudah berhari-hari tetapi BBM yang dinanti itu tak kunjung tiba.

(lebih…)

Iklan