Taman Sulthanah Ratu Safiatuddin Banda Aceh malam itu bertabur budaya Melayu, 13 Negara Melayu Serumpun berbaur rindu, ada apa gerangan? Ternyata Pekan Peradaban Budaya Melayu (PPMR) dibuka resmi diawali pukulan merdu bertalu Rapai Pase Aceh Utara oleh Menkokesra Aburizal Bakrie, seirama gendang melayu susul menyusul. Keramaian yang sejenak melupakan masyarakat Aceh bahwa sebelum MoU Damai Helsinki 3 tahun lalu Negeri Melayu ini dibalut konflik yang mencekam.
Pekan Melayu yang digelar tgl 20-25 Agustus 2008 ini memang dihadiri utusan dari 13 Negara Melayu Serumpun dan 20 propinsi di Indonesia. Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) tersaji apik melalui seminar Internasional DMDI, Pagelaran seni budaya melayu: lagu melayu, tari seman, tari japin, pameran foto, pameran potensi melayu. Syair puisi WS Rendra: Demi Orang Rangkasbitung seolah menghadirkan sosok Multatuli yang terkenal itu, tak kalah Penyair Aceh Fikar yang bergelora dan menghendak: Damai dengan Bismillah. Membahana lagi ”Takkan Melayu hilang di bumi”, begitu Hikayat Hang Tuah karya penyair Melayu Sumatera Pangeran Amir Hamzah. ’tak lapuk dek hujan ’tak lekang dek panas.

